AWAS!!!!INTERFERENSI

Posted: July 27, 2010 in Uncategorized

Mengatasi Interferensi

Banyak orang yang bingung bagaimana menggunakan frekuensi 2.4 GHz di kota besar seperti Surabaya tanpa mengalami interferensi yang mematikan alias membuat tidak bisa connect. Sebenarnya dalam teori penggunaan wireless, ada sejumlah hal yang dapat kita pelajari untuk menyelesaikan masalah interferensi. Salah satunya adalah dengan mengenai watak frekuensi tersebut.

802.11a/b/g normalnya bekerja pada lebar channel 20 Mhz, dimana pada koneksi thruput 54 Mbps maka radio akan mampu melewatkan data sekitar 25 Mbps jika link qualitynya mencapai 100%. Namun pada lebar channel 20 Mhz ini, kita hanya akan memiliki 3 channel yang non-overlapping yang bisa bebas interferensi yaitu channel 1, 6, dan 11.

Untuk itu, jika kita memindahkan mode band dari 802.11 b/g ke lebar channel 5 Mhz atau 10 Mhz, maka kita akan mendapatkan channel non-overlapping yang lebih banyak. Namun, hal yang harus diingat adalah sebenarnya dengan lebar channel 5 Mhz maka kalau kita connected pada 54 Mbps thruput, maka kita hanya akan kira-kira mendapat lebar pita 6,25 Mbps pada link quality 100%

Cara mengubah lebar channel itu adalah seperti tampak pada gambar dibawah ini.

Tampak pada bagian BAND, saya menggunakan frekuensi 2Ghz dengan lebar pita 10 Mhz.

Jadi sebenarnya lebar pitanya akan mempengaruhi lebar pita data yang bisa kita dapat. Tapi pada satu sisi, kita bisa sedikit aman dari interferensi. Sehingga pada medan yang ‘crowded’ sebenarnya kita bisa lebih selamat dengan bermain pada channel dengan lebar pita tidak standart 20 Mhz. Jadi kita perlu menimbang-nimbang dulu apakah di wilayah yang kita pakai itu aman di 20 Mhz atau terpaksa menggunakan pita 10 Mhz agar mendapat performa yang lebih baik.

Saya contohkan pada koneksi berikut ini :

Contoh di atas adalah kondisi setting pada sebuah link yang menggunakan 802.11 B dengan lebar channel 20 Mhz. Bandingkan dengan gambar di bawah ini :

Akan tampak bahwa throughtput wireless pada mode lebar pita data 10 Mhz lebih besar daripada 20 Mhz dengan kualitas signal yang sama.

Demikian pula pada uji coba BANDWIDTH TEST yang dilakukan. Perhatikan pada gambar dibawah, ini adalah hasil test bandwidth pada lebar channel 20 Mhz

Sedangkan gambar di bawah adalah untuk test pada lebar channel 10 Mhz

Tampak bahwa pada lebar 20 Mhz hanya didapat pita sekitar 3-4 Mbps untuk UPLOAD dan DOWNLOAD sedangkan pada lebar channel 10 Mhz didapat pita selebar 6 – 7 Mbps untuk UPLOAD dan DOWNLOAD.

Jika kita melakukan AP SCAN maka akan tampak bahwa pada penggunaan lebar channel 20 Mhz akan diperoleh lebih banyak AP aktif dibanding pada lebar channel 10 Mhz. Kenapa demikian? Karena pada saat scanning, maka radio hanya akan menampilkan AP yang memiliki lebar channel yang sama. Dan harus diingat pula bahwa kebanyakan AP bekerja pada lebar channel 20 Mhz, jadi kalau kita mengubah setting lebar pita kita ke 10 Mhz, maka tidak semua radio wireless bisa connect ke AP kita kecuali radio tersebut juga bekerja di lebar pita 10 Mhz.

Teknik mengubah lebar pita data ini dapat dipergunakan untuk mengatasi masalah interferensi. Namun sekali lagi, pada sejumlah daerah, bisa jadi hasilnya berbeda karena kondisi interferensinya berbeda. Namun setidak-tidaknya ilmu ini semoga dapat menjadi salah satu referensi untuk membantu pekerjaan kita.

TIP MENGHIDARI INTERFERENSI

Tip wifi kali ini menyajikan, interferensi atau Noise yang merupakan pengganggu yang terberat dalam dunia wifi. Noise atau interferensi adalah sesama sinyal gelombang radio juga yang beroperasi pada frekuensi, interval dan area yang sama, akibatnya device client akan mengalami error saat menerjemahkan kode informasi yang sama, ibaratnya saat kita ngobrol dengan teman kita di tempat sepi dibandingkan ngobrol di warung kopi yang ramai gelak tawa.

Interferensi bisa menurunkan kinerja akses poin dalam memancarkan dan menerima sinyal, akses poin akan kehilangan gain, beberapa db bisa hilang, akibatnya terjadi error pada bit-bit informasi yang sedang dikirim, dan client penerima menemukan error tersebut sehingga menyebabkan delay atau penundaan pengiriman meski juga akan dikirim lagi data-data yang error, so karena itu mestinya kita harus melakukan penghematan gain yang kita miliki. Interferensi bisa juga berupa sinyal bluetooth, telepon tanpa kabel(Cordless), Microwave, bahkan perangkat motor elektrik pun menghasilkan noise, juga alam pun menghasilkan noise juga seperti hujan lebat, pepohonan, dan matahari(dalam skala yang kecil).

Jadi perhitungkan secara cermat jika anda melakukan instalasi wifi, baik indoor maupun outdoor, hindari atau kalau bisa hilangkan benda-benda yang menghasilkan interferensi besar, ingat kita harus melakukan penghematan gain yang kita punya, anda juga harus memperhitungkan channel yang akan dipakai sebaiknya pakai channel yang belum digunakan, tapi apabila channel sudah terpakai semua, anda bisa merubah polarisasi antena(mengubah kedudukan antena). Jika ternyata masalah interferensi tidak terelakkan lagi, maka sebaiknya anda mempertimbangkan menggunakan device wifi yang berbeda pita frekuensinya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s