BELAJAR WIFI

Posted: July 27, 2010 in Uncategorized

I. PENGERTIAN WIRELESS DAN Wi-Fi

Wire = kabel, less = tanpa Jaringan tanpa kabel

Wi-Fi merupakan singkatan dari Wireless Fidelity

Wi-Fi merupakan kependekan dari “Wireless Fidelity”, memiliki pengertian yaitu sekumpulan standar yang digunakan untuk Jaringan Lokal Nirkabel (Wireless Local Area Networks  –  WLAN)  yang  didasari  pada  spesifikasi  IEEE  802.11.  Standar  terbaru  dari spesifikasi   802.11a   atau   b,   seperti   802.16   g,   saat   ini   sedang   dalam   penyusunan, spesifikasi  terbaru  tersebut  menawarkan  banyak  peningkatan  mulai  dari  luas  cakupan yang lebih jauh hingga kecepatan transfernya.

Wi-Fi (Wireless Fidelity) adalah  koneksi tanpa  kabel seperti handphone  dengan mempergunakan  teknologi  radio  sehingga  pemakainya  dapat  mentransfer  data  dengan cepat  dan  aman.  Wi-Fi  tidak  hanya  dapat  digunakan  untuk  mengakses  internet,  Wi-Fi juga  dapat  digunakan  untuk  membuat  jaringan  tanpa  kabel  di  perusahaan.  Karena  itu banyak  orang  mengasosiasikan  Wi-Fi  dengan  “Kebebasan”  karena  teknologi  Wi-Fi memberikan  kebebasan  kepada  pemakainya  untuk  mengakses  internet  atau  mentransfer data dari ruang meeting, kamar hotel, kampus, dan café-café yang bertanda “Wi-Fi Hot Spot”. Juga salah satu kelebihan dari Wi-Fi adalah kecepatannya yang beberapa kali lebih cepat  dari  modem  kabel  yang  tercepat.  Jadi  pemakai  Wi-Fi  tidak  lagi  harus  berada  di dalam ruang kantor untuk bekerja.

Tapi Wi-Fi hanya dapat di akses dengan komputer, laptop, PDA atau Cellphone yang  telah  dikonfigurasi  dengan  Wi-Fi  certified  Radio.  Untuk  Laptop,  pemakai  dapat menginstall Wi-Fi PC Cards yang berbentuk kartu di PCMCIA Slot yang telah tersedia. Untuk PDA, pemakai dapat menginstall Compact Flash format Wi-Fi radio di slot yang

telah  tersedia.  Bagi  pengguna  yang  komputer  atau  PDA  –  nya  menggunakan  Windows

XP, hanya dengan memasangkan kartu ke slot yang tersedia, Windows XP akan dengan sendirinya  mendeteksi  area  disekitar  Anda  dan  mencari  jaringan  Wi-Fi  yang  terdekat dengan  Anda.  Amatlah  mudah  menemukan  tanda  apakah  peranti  tersebut  memiliki fasilitas  Wi-Fi,  yaitu  dengan  mencermati  logo  Wi-Fi  CERTIFIED  pada  kemasannya. Meskipun  Wi-Fi  hanya  dapat  diakses  ditempat  yang  bertandakan  “Wi-Fi  Hotspot”, jumlah  tempat-tempat  umum  yang  menawarkan  “Wi-Fi  Hotspot”  meningkat  secara drastis.  Hal  ini  disebabkan  karena  dengan  dijadikannya  tempat  mereka  sebagai  “Wi-Fi Hotspot”  berarti  pelanggan  mereka  dapat  mengakses  internet  yang artinya  memberikan nilai tambah bagi para pelanggan.

Layanan Wi-Fi yang ditawarkan oleh masing-masing “Hots Spot” pun beragam, ada yang menawarkan akses secara gratis seperti halnya di executive lounge Bandara, ada yang   mengharuskan   pemakainya   untuk   menjadi   pelanggan   salah   satu   ISP   yang menawarkan  fasilitas  Wi-Fi  dan  ada  juga  yang  menawarkan  kartu  pra-bayar.  Apapun pilihan Anda untuk cara mengakses Wi-Fi, yang terpenting adalah dengan adanya Wi-Fi, Anda  dapat  bekerja  dimana  saja  dan  kapan  saja  hingga  Anda  tidak  perlu  harus  selalu terkurung       di              ruang       kerja  Anda  untuk  menyelesaikan       setiap pekerjaan. Awalnya  Wi-Fi  ditujukan  untuk  pengunaan  perangkat  nirkabel  dan  Jaringan  Local (LAN),  namun  saat  ini  lebih  banyak  digunakan  untuk  mengakses  internet.  Hal  ini memungkinan  seseorang  dengan  komputer  dengan  kartu  nirkabel  (wireless  card)  atau personal digital assistant (PDA) untuk terhubung dengan internet dengan menggunakan access   point   (atau   dikenal   dengan   hotspot)   terdekat.   Wi-Fi   dirancang  berdasarkan spesifikasi  IEEE  802.11.  Sekarang  ini  ada  empat  variasi  dari  802.11,  yaitu:  802.11a,

802.11b, 802.11g, and 802.11n. Spesifikasi b merupakan produk pertama Wi-Fi. Variasi

g dan n merupakan salah satu produk yang memiliki penjualan terbanyak pada 2005

Istilah Wi-Fi, singkatan dari Wireless Fidelity, sudah tak lagi asing di telinga para pengakses internet. Kehadiran teknologi tanpa kabel yang canggih ini bukan hanya bisa dinikmati oleh pembawa notebook atau laptop tapi juga sudah bisa dinikmati oleh para pecinta  gadget mini semacam PDA maupun ponsel pintar seperti communicator.  Ibarat

sebuah  siaran  radio  yang hanya  bisa  diakses  sepanjang ada  sinyal  yang  ditangkap  oleh

antena  radio,  begitu  juga  teknologi  Wi-Fi  bekerja,  pemilik  perangkat  Wi-Fi  dapat mengakses internet dimana saja sepanjang ada sinyal Wi-Fi yang dapat diterima.

Wi-Fi sekarang ini sudah cukup popular di kalangan masyarakat digital. Banyak titik-titik  strategis  yang  sudah  dilengkapi  dengan  Wi-Fi  yang  sengaja  dipasang  oleh pemerintah  bekerjasama  dengan  vendor  internet  seperti  telkom.  Dengan  Wi-Fi,  para pengguna internet bisa merangkul konektivitas tanpa batas di jaringan yang menjangkau frekuensinya. Sebuanh jaringan tanpa kabel atau Wi-Fi dibangun menggunakan standar

802.11 yang dirilis oleh Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE). Karena mudah  dan  murah  untuk  diaplikasikan  dan  biaya  operasionalnya  pun  murah,  maka teknologi Wi-Fi berkembang dengan pesat dan disukai oleh banyak orang.

Ada  beragam  standar  802.11  yang  ditetapkan  oleh  IEEE.  Untuk  koneksi  Wi-Fi antar  perangkat,  ada  tiga  jenis  jaringan  nirkabel  yang  ditetapkan  oleh  IEEE.  MEreka adalah   standar   802.11a,   802.11b,   dan   802.11g.   Yang  membedakan   masing-masing standar  adalah  jangkauan  frekuensi  dan  kecepatan  transfernya.  Kebanyakan  perangkat yang  dijual  saat  ini  dilengkapi  standar  802.11b,  meskipun  kecepatan  transfer  datanya lebih  lambat  daripada  kecepatan  standar  802.11a.  Pasalnya,  kebanykan  instalasi  Wi-Fi saat ini dibangun menggunakan standar 802.11b.

Untuk  saat  ini,  penggunaan  akses  Wi-Fi  bisa  dikatakan  lebih  sebagai  konsumsi pribadi  walaupun  sudah  banyak  tempat  umum  seperti  taman  kota  dan  kampus  yang dilengkapi fasilitas Wi-Fi (hotspot), karena masih beberapa kota saja yang menyediakan. Sebagai konsumsi pribadi sebagai contoh adalah berbagai hotspot yang dipasang di kafe atau  hotel-hotel  tak  lebih  untuk  lebih  menarik  minat  konsumen  untuk  datang  atau menggunakan fasilitas di tempat tersebut. Keberadaan hotspot memang bisa menjadi nilai tambah  bagi  cafe  dan  hotel  tersebut  karena  ada  beberapa  pengunjung  yang  datang memang sengaja hanya untuk mencari akses internet.

Teknologi Wi-Fi memang selalu berkembang. Saat ini operator selular juga sudah mulai melakukan penetrasi bisnis di jaringan akses internet nirkabel dengan biaya yang

murah.  Contohnya  paket  Telkomsel  Flash  yang  dikeluarkan  oleh  telkomsel,  hanya dengan 125rb/bulan pelanggan dapat melakukan akses internet unlimited. Sungguh suatu kemajuan teknologi Wi-Fi yang harus dimanfaatkan oleh pengguna akses internet.

Berikut adalah kelebihan Wi-Fi:

1.   Tidak seperti sistem paket radio, Wi-Fi memanfaatkan spektrum radio yang tidak berlisensi.  Sebenarnya,  tidak  membutuhkan  regulasi  atau  ijin  khusus  untuk  bisa menggunakan akses Wi-Fi

2.   Dengan Wi-Fi, anda tak perlu repot mengurus kabel jaringan. Akses internet bisa dilakukan tanpa kabel.

3.   Sekarang sudah ada banyak perangkat yang mendukung Wi-Fi yaitu Ponsel, PDA, laptop. Beragam merk dan penyedia layanan fitur Wi-Fi juga bisa dipilih.

4.   Jaringan Wi-Fi sifatnya roaming. Artinya perangkat yang berbasis Wi-Fi (contoh laptop)  bisa  berpindah  dari  satu  akses  point  ke  akses  point  yang  lain  dengan mudah.

5.   Wi-Fi merupakan standar jaringan nirkabel global. Artinya perangkat Wi-Fi bisa bekerja   dimana   saja   di   belahan   bumi   manapun   asal   mendapatkan   sinyal jaringannya.

II. SEJARAH / RIWAYAT Wi-Fi

Perkembangan  teknologi  wireless  saat  ini  berkembang  sangat  cepat  seiring  dengan kebutuhan  informasi  yang  semakin  tinggi.  Hal  ini  disebabkan  oleh  beberapa  faktor diantaranya  adalah kemampuan komunikasi secara bergerak, keandalan  sistem semakin meningkat,   kerahasiaan   informasi   tejamin,   biaya   pembangunan   relatif   lebih   murah dibanding wireline dan ketersediaan pelayanan yang semakin tinggi, tidak terbatas waktu dan tempat sehingga konsumen dapat berkomunikasi kapanpun  dan dimanapun berada.

WI-FI ( Wireless Fidelity) merupakan teknologi WLAN yang sedang berkembang pesat  yang  mengunakan  standar  pengembangan  dari  IEEE  802.11  yaitu  :  802.11.b;

802.11.a; dan 802.11.g. WLAN sendiri merupakan sistem komunikasi data yang mampu

menggantikan  atau  memperluas  jaringan  wired  LAN  untuk  memperoleh  fungsi  nilai

tambah, menggunakan teknologi Radio Frekuensi (RF), transmit dan receive data melalui gelombang  udara,  melewati  dinding,  langit-langit  dan  bahkan  struktur  semen,  tanpa menggunakan jaringan kabel. WLAN mampu menyediakan semua fitur dan manfaat dari teknologi  tradisional  LAN  seperti  Ethernet  atau  Token  Ring  tetapi  dengan  kelebihan tanpa menggunakan kabel, sehingga mobile dan fleksibel.

Teknologi  ini  pertama  kali  dikembangkan  oleh  Motorola  dengan  maksud  untuk merancang  suatu  jaringan  tanpa  kabel  di  suatu  kantor.  Dengan  WirelessLAN  (WLAN) banyak manfaat yang diperoleh diantaranya karena menggunakan sinyal radio RF maka transmit dan receive data melalui gelombang udara sehingga dapat mengantikan kabel- kabel           jaringan yang berserakan        pada    suatu              ruangan,   kemampuan         mobilitasnya memungkinkan konsumen dapat mengakses jaringan kapan dan dimanapun berada sesuai dengan   coveragenya,   kemudian   yang   tak   kalah   pentingnya   adalah   biaya   untuk memanfaatkan teknologi ini yang relatif murah karena menggunakan frekuensi ISM yaitu

2,4 GHz dan frekuensi UNII 5 GHZ dimana alokasi frekuensi ini merupakan frekuensi yang  bebas  penggunannya.  Pengaturannya  hanya  dalam  hal  tertentu  saja  seperti  power transmit yang tidak melebihi 1W atau 30 dBm.

WLAN  standar  IEEE  802.11.b  mempunyai  bandwidth  22  MHz  yang  terbagi menjadi 3 alokasi yang berbeda. Interferensi akan terjadi bila penggunaan reuse frekuensi

ini  berada  pada  satu  kawasan   yang  sama.  Sehingga  sangat  diperlukan  pengaturan terhadap pembangunan hotspot antar operator WISP untuk menghindari interferensi.

Pada  awal  perkembangannya  teknologi  Wi-Fi  ini  indentik  dengan  standar  IEEE

802.11.b,  hal  ini  dikarenakan  teknologi  dengan  standar  ini  yang  berkembang  sangat pesat, namun seiring dengan perkembangan teknologi wirelessLAN maka sebutan Wi-Fi juga  digunakan  untuk  standar  IEEE  lainnya  yaitu  IEEE  802.11.a,  dan  IEEE  802.11.g, dimana masing-masing standar kompatibel satu dengan lainnya. Istilah “Wi-Fi” (Wireless Fidelity) menunjukkan adanya sertifikasi oleh Wi-Fi Alliance, yang merupakan asosiasi internasional  nonprofit  802.11  produk  vendor,  Wi-Fi  sertifikasi  berarti  bahwa  produk

802.11   sudah   dilakukan   pengetesan   untuk   mampu   interoperabilty   dengan   produk

sertifikasi yang lain. Ini berarti kita dapat menggunakan Wi-Fi Certified product dengan

Wi-Fi  Certified  802.11  networks  baik  berbasis  MAC  atau  Windows-based  networks. Selain itu meskipun produk 802.11 tidak memiliki sertifikasi akan dapat bekerja dengan baik   dengan   device   yang   bersertifikasi.   Wi-Fi   Certified   logo   merupakan   jaminan interoperability.

Teknik modulasi yang digunakan untuk masing-masing standar berbeda. Standar IEEE  802.11.b  menggunakan  teknik  modulasi  teknologi  spread  spectrum,  sedangkan yang lainnya menggunakan teknik modulasi teknologi OFDM. Masing-masing teknologi memiliki  kelebihan  dan  kekurangan  masing-masing.  Namun  kelebihan  yang  dimiliki OFDM  yang  sangat  bermanfaat  adalah  ketahanannya  terhadap  lingkungan  propagasi multipath.  Sehingga  sangat  baik  diterapkan  untuk  lingkungan  perkotaan  yang  banyak gedung-gedung tinggi sebagai penghalang utama terhadap LOS.

Berikut ini adalah Sejarah / Generasi Jaringan Wireless:

a. GENERASI I

Generasi-1  dimulai  pada  akhir  tahun  1970-an  di  Amerika  (di  Eropa  pada  awal tahun      1980-an).           Advanced      Mobile  Phone  Service        (AMPS)         pertama kali diperkenalkan di New Jersey dan Chicago pada tahun 1978. AMPS merupakan sistem telepon  wireless  analog,  untuk  ukuran  waktu  itu,  cukup  sukses  di  Amerika.  AMPS berhasil  memberikan  pelayanan  telepon  bergerak  yang  dapat  menjangkau  sebagian besar daratan Amerika Serikat.

Namun AMPS masih banyak memiliki kelemahan dalam hal mobilitas pengguna yang sangat terbatas karena belum adanya kemampuan handover yang menyebabkan pembicaraan dari pengguna akan segera terputus apabila dia berada di luar jangkauan area,   efisiensi   yang   sangat   kecil   karena   keterbatasan   kapasitas   spektrum   yang

menyebabkan   hanya   sedikit   pengguna   saja   yang   dapat   berbicara   dalam   waktu

bersamaan,  dan  sistem  ini  tidak  dapat  dioptimasi  lebih  lanjut  karena  keterbatasan kemampuan kompresi dan coding data.

Selain  dari  hal-hal  tersebut,  sistem  ini  harus  mempergunakan  perangkat  dan peralatan yang berat dan tidak praktis serta masih sangat mahal untuk ukuran waktu itu.       Generasi-1     telepon wireless         untuk       kawasan      Eropa      ditandai           dengan diluncurkannya paling tidak 9 standar sistem analog di  awal tahun 1980-an, seperti Nordic  Mobile  Telephony  (NMT)  di  Skandinavia,  Total  Access  Communications System (TACS) di Inggris, C450 di Jerman, dll., dimana satu sama lain tidak saling berinterkoneksi.

b. GENERASI II

Generasi-2  telepon  wireless  dipelopori  dari  kawasan  Eropa.  Dalam  sistem  baru juga harus terdapat kemampuan yang dapat mengantisipasi mobilitas pengguna serta kemampuan melayani lebih banyak pengguna untuk menampung penambahan jumlah subscriber   baru.   Karena   tidak   dapat   dilakukan   dengan   sistem   analog,   maka menggantinya dengan sistem digital. Standar baru diperkenalkan dengan nama Global Standard for Mobile Communications (GSM).

GSM  pada  awalnya  adalah  kepanjangan  dari  Groupe  Speciale  Mobile,  sebuah badan  gabungan  dari  para  ahli  yang  melakukan  studi  bersama  untuk  menciptakan standar   GSM   tersebut.   Generasi-2   (2G)   di   Amerika   Serikat   ditandai   dengan diluncurkannya  standar  jaringan  baru  yang juga  bersistem  digital  yang  diberi  nama Digital  AMPS  (D-AMPS)  (disebut  juga  TDMA  –  Time  Division  Multiple  Access) danIS-95  atau  cdma-One,  yang  merupakan  sistem  digital  yang  berbasis  teknologi CDMA                 (Code  Division     Multiple           Access)          diperkenalkan   oleh            Qualcomm (pertengahan  1990-an).  Untuk  negara-negara  di  benua  Asia,  pertama  kali  mereka mengadopsi  sistem  telepon  wireless  digital  dengan  menerapkan  teknologi  jaringan GSM. Khusus di negara Jepang, berkembang sistem Personal Digital Cellular (PDC)

yang mereka kembangkan sendiri dan hanya berlaku di negeri itu.

Jepang  sendiri  hingga   saat  ini  telah  mengembangkan  sendiri  sistem  digital

selulernya  hingga  meninggalkan  negara-negara  di  kawasan  lainnya  ditandai  dengan kemajuan  layanan  dan  terus  bertambahnya  jumlah  subscriber  di  jaringan  mereka, namun demikian sistem yang mereka kembangkan tetaplah sistem yang eksklusif dan hanya berlaku di Jepang saja.

Sistem  telepon  wireless/  seluler  digital  memberikan  beberapa  kelebihan,  yaitu suara   yang  dihasilkan  menjadi  lebih  jernih,  efisiensi  spektrum/  frekuensi   yang menjadi  meningkat,  serta  kemampuan  optimasi  sistem  yang  ditunjukkan  dengan kemampuan kompresi dan coding data digital.

c. GENERASI III

Teknologi  wireless  generasi-3  (3G)  hingga  saat  ini  dikembangkan  oleh  suatu kelompok  yang  diakui  dan  merupakan  kumpulan  para  ahli  dan  pelaku  bisnis  yang berkompeten  dalam  bidang  teknologi  wireless  di  dunia.  Kesepakatan  3G  tertuang dalam  International  Mobile  Telecommunications  2000  (IMT  2000)  dan  antara  lain memutuskan bahwa standar 3G akan bercabang menjadi 3 standar sistem yang akan diberlakukan  di  dunia,  yaitu  Enhanced  Datarates  for  GSM  Evolution  (EDGE), Wideband-CDMA (WCDMA), dan CDMA2000.

Teknologi 3G diperkenalkan pada awalnya adalah untuk tujuan sebagai :

 menambah efisiensi dan kapasitas jaringan

  menambah kemampuan jelajah (roaming)

 untuk mencapai kecepatan transfer data yang lebih tinggi

 peningkatan kualitas layanan (Quality of Service – QOS)

 mendukung kebutuhan internet  bergerak (mobile   internet)

III. STANDAR Wi-Fi

Seiring dengan perkembangan teknologi telekomunikasi yang sangat pesat maka perlu   diterapkan   konsep   standarisasi   terhadap   penggunaan   teknologi   yang   akan diterapkan.  Tujuannya  secara  luas  adalah  untuk  mengurangi  biaya  alat  dan  komponen melalui integrasi dan economic of scale yaitu untuk memproduksi suatu peralatan secara mass  production  sehingga  biaya  produksi  dapat  ditekan  sehingga  murah..  Pada  tabel  1 dibawah ini terlihat standar IEEE masing-masing teknologi Wi-Fi.

IV. PERANGKAT Wi-Fi

 Penerus Sinyal

Access  Point  atau  sering  disebut  dengan  AP,  sebenarnya  mempunyai  kesamaan fungsi  dengan  hub  dan  switch.  Kalau  saya  sih  senang  menyebutnya  dengan  station pemancar daripada penerus sinyal. Access point merupakan tipe spesial dari wireless station yang menerima transmisi radio dari station radio lainnya di jaringan wireless dan   meneruskan   sinyal-sinyal   tersebut   ke   jaringan   terakhir.Access   Point   bisa

merupakan   sebuah   perangkat   yang   berdiri   sendiri   atau   sebuah   komputer   yang

berisikan sebuah adapter  jaringan wireless  yang berh bungan dengan special access point management software.

 Penerima Sinyal

Berikut ini merupakan perangkat yang dapat digunakan untuk menerima sinyal Wi-Fi yang disebarluaskan oleh AP (Access Point).

o  PCMCIA (Personal Computer Memory Card International Association), yang biasa digunakan untuk laptop.

o  PCI  WLAN  Card,  digunakan  untuk  PC  (personal  computer)  atau  komputer jangkrik yang tidak bisa diangkat-angkat.

o  USB  Wi-Fi,  bisa  digunakan  untuk  laptop  atau  PC  yang  ada  port  USB-nya.

Biasanya  harganya  lebih  murah  dan  mudah  dibawa,  tapi  entah  kalau  untuk barang dibawah ini, “linksys dan microsoft sih”.

o  CF (Compact Flash) digunakan untuk PDA (Personal Digital Assistant), Anda punya PDA?

Sistem Infra Structure membutuhkan sebuah perangkat khusus atau dapat difungsikan sebagai  Access  point  melalui  software  bila  mengunakan  jenis  Wireless  Network dengan  perangkat  PCI  card.  Mirip  seperti  Hub  Network  yang  menyatukan  sebuah network  tetapi  didalam  perangkat  Access  Point  menandakan  sebuah  sebuah  central network dengan memberikan signal (melakukan broadcast) radio untuk diterima oleh computer  lain.  Untuk  mengambarkan  koneksi  pada  Infra  Structure  dengan  Access point  minimal  sebuah  jaringan  wireless  network  memiliki  satu  titik  pada  sebuah tempat   dimana   computer   lain   yang  mencari   menerima   signal   untuk   masuknya kedalam  network  agar  saling  berhubungan.  Sistem  Access  Point  (AP)  ini  paling banyak digunakan karena setiap computer yang ingin terhubungan kedalam network dapat  mendengar  transmisi  dari  Access  Point  tersebut.  Access  Point  inilah  yang memberikan tanda apakah disuatu tempat memiliki jaringan WI-FI dan secara terus menerus   mentransmisikan   namanya   –   Service   Set   IDentifier   (SSID)   dan   dapat diterima  oleh  computer  lain  untuk  dikenal.  Bedanya  dengan  HUB  network  cable,

HUB mengunakan cable tetapi tidak memiliki nama (SSID). Sedangkan Access point

tidak  mengunakan  cable  network  tetapi  harus  memiliki  sebuah  nama  yaitu  nama untuk SSID.

Keuntungan pada sistem access point (AP mode):

–   Untuk  sistem  AP  dengan  melayani  banyak  PC  tentu  lebih  mudah  pengaturan dan   computer   client   dapat   mengetahui   bahwa   disuatu   ruang   ada   sebuah hardware atau  computer  yang memancarkan signal Access Point untuk masuk kedalam sebuah network.

–    bila mengunakan hardware khusus, maka tidak diperlukan sebuah PC berjalan

24  jam  untuk  melayani  network.  Banyak  hardware  Access  point  yang  yang dihubungkan ke sebuah hub atau sebuah jaringan LAN. Dan computer pemakai Wi-Fi  dapat    masuk     kedalam sebuah    jaringan     network. Dan  sistem  security  pada  model  AP  lebih  terjamin.  Untuk  fitur  pengaman sebuah Hardware Access Point memiliki beberapa fitur seperti melakukan block

IP, membatasi pemakai pada port dan lainnya.

–   Sebuah Access point baik berupa sebuah card WI-FI yang ditancapkan pada slot computer atau jenis USB card dan lainnya dengan mengaktifkan fungsi Access point  ataupun  sebuah  alat  khusus  Access  point  yang  berdiri  sendiri  dengan antena  dan  adaptor  power  bisa  difungsikan  sebagai  Bridge  network,  router (gateway).Sistem  Access  point  juga  diterapkan  pada  sebuah  layanan  service. Misalnya layanan network disebuah terminal airport atau layanan khusus yang dibuat  sebuah  service  provider  untuk  internet  umumnya  mengunakan  sistem Adhoc. Pada sistem layanan tersebut biasanya pemakai Wi-Fi harus login sesuai ketentuan   yang              diperlukan          dari   penyelangara          service      tersebut. Contoh  pada  gambar  dibawah  ini.  Setting  tersebut  digunakan  oleh  Windows dimana  pemakai  memilih  apakah  akan  terkoneksi  ke  jaringan  bebas  misalnya layanan   service   internet   dari   sebuah   service   provider   (ISP),   atau   untuk memasuki  jaringan  dari  sebuah  network  atau  melakukan  hubungan  dengan computer lain secara peer to peer.

–   Pemakai dapat memberikan sebuah nama untuk satu alata Access Point. Nama

tersebut  dikenal  dengan  Service  Set   IDentifier  (SSID)   atau  nama   sebuah

network  dan  dipengaruhi  oleh  huruf  besar  kecil  (case  sensitive).  Untuk  batas memiliki  panjang  maksimum  32  karakter  untuk  sebuah  nama  SSID  network. SSID  nantinya  akan  dibawah  sebagai  nama  dari  gelombang  frekuensi  yang diterima oleh card WI-FI lain agar dikenal keberadaannya oleh computer lain. Bila  digambarkan  secara  sederhana,  misalnya  sebuah  computer  dalam  kondisi Access  Point  mode  atau  sebuah  hardware  diberikan  nama  “pcgue”,  maka  bisa dibayangkan alat tersebut atau computer tersebut sedang berteriak dengan nama PCGUE  ,  dan  computer  lain  akan  mengenal  oh  disana  ada  network  WI-FI dengan nama PCGUE sebagai nama SSID.

V. KONFIGURASI JARINGAN Wi-Fi

Tekonologi   Wi-Fi   memungkinkan   subscriber   unit   untuk   berkomunikasi   dan mengakses  jaringan  melalui  akses  poin  dengan  menggunakan  propagasi  radio  sebagai media   transmisi.   Sel   yang   merupakan   coverage   area dimana   komunikasi   antara subscriber unit dan akses poin terjadi merupakan bangunan dasar dari teknologi ini. Luas coverage dari  suatu  sel  sangat  tergantung  kepada  kuat  sinyal  ang  dipropagasikan  serta kondisi lingkungan antara subscriber unit dan akses poin.

Secara umum topologi Jaringan Wi-Fi dapat dikelompokkan menjadi dua bagian besar yaitu BSS (Basic Service Set) dan ESS (Extended Service Set). BSS terbagi menjadi dua  yaitu Independent Basic Service Set disebut juga jaringan ad-hoc dan  Infrastruktur Basic  Service  Set.  Pada  mode  ad-hoc  antar  komputer  saling  berkomunikasi  secara langsung   dan   tidak   memerlukan   akses   point.   Sedangkan   pada   mode   infrastruktur, network traffic melalui wireless akses point. Dalam jaringan mode infrastruktur, wireless ethernet segmen dapat dengan mudah ditambahkan pada traditional wired network untuk

membuat integrasi wired dan wireless network.

a. BSS (Basic Service Set)

Ad-hoc Wireless           Network   merupakan        pilihan  konfigurasi                  jaringan            yang inexpensive  dan  fleksibel.  Jaringan  Wi-Fi  mode  ad-hoc  secara  keseluruhan  berbentuk wireless. Tiap workstation terhubung peer to peer terhadap workstation yang lain. Pada mode   ad-hoc   antar   komputer   saling   berkomunikasi   secara   langsung   dan   tidak memerlukan  akses  point.  Sedangkan  pada  mode  infrastruktur,  network  traffic  melalui wireless akses point. Dalam jaringan mode infrastruktur, wireless ethernet segmen dapat dengan  mudah  ditambahkan  pada  traditional  wired  network  untuk  membuat  integrasi wired dan wireless network.. Contoh independent dan infrastruktur basic service set dapat dilihat pada gambar . 2 dibawah ini :

b. ESS (Extended Service Set)

ESS merupakan suatu jaringan  yang terdiri dari kumpulan jaringan infrastruktur BSS  yang  saling  terhubung  melalui  Distribution  System  (DS).Sebuah  jaringan  dalam mode  infrastruktur  bergantung  pada  hubungannya  dengan  akses  point.  Masing-masing

workstation  saling  berkomunikasi  melalui  akses  point  bukan  secara  langsung  dengan

workstation yang lain. Pada mode ini sekuritas menjadi hal yang sangat penting. Contoh mode ESS (Extended Service Set) dapat dilihat pada gambar 3 dibawah ini :

VI. KALKULASI LINK BUDGET

Dalam  system  kominikasi  radio,  kondisi  lingkungan  yang  berada  pada  lintasan gelombang        radio   tersebut              memiliki       potensi              untuk menimbulkan    redaman      dan menimbulkan   efek   multipath   fading.   Disamping   kondisi   lingkungan,   performansi komunikasi  radio  juga  dipengaruhi  oleh  frekuensi  kerja  yang  digunakan  serta  jarak tempuh  lintasan.  Link  budget merupakan  salah  satu  cara  untuk  menentukan  parameter- parameter  perangkat  radio  guna  memenuhi  persyaratan  kualitas  BER  tertentu.  Oleh karena  itu  perhitungan  link  budgetmerupakan  unsur  yang penting dalam  merencanakan

sistem radio untuk memastikan bahwa setiap pengguna dapat mengakses jaringan.

–   Redaman Lintasan Free Space

Model propagasi free space digunakan untuk memperkirakan kuat sinyal bila pada lintasan LOS antara transmitter dan receiver tidak terdapat penghalang (obstacle) Persamaan free space loss adalah sebagai berikut :

PL(dB) = 32,5 + 20 log f (MHz) + 20 log d (Km)

Dalam perhitungan model propagasi dalam skala yang besar perlu ditentukan titik referensi pada jarak dekat (d0) yang digunakan sebagai titik referensi daya terima

dalam menghitung daya terima Pr(d) untuk semua jarak dmana d > d0. Titik referensi

d0 yang dipilih selain harus berada pada daerah far field atau lebih besar dari daerah fraunhofer (df) tetapi harus lebih kecil dari jarak yang digunakan dalam aplikasi praktis. Besarnya daya terima pada jarak d dimana d ≥ d0 ≥ df dinyatakan sebagai berikut :

–   Redaman Lintasan Log-Distance

Pada model redaman lintasan log-distance, nilai redaman lintasan tidak hanya dipengaruhi oleh jarak seperti pada model redaman lintasan free-space, namun juga memnperhitungkan kondisi lingkungan yang pada umumnya tidak ideal. Pada model

ini nilai rata-rata dari redaman lintasan untuk jarak transmister-receiver tertentu dinyatakan sebagai fungsi jarak dengan menggunakan path loss exponent (n), dengan persamaan sebagai berikut :

dimana (n) menunujukkan laju pertambahan redaman lintasan terhadap jarak. Nilai

(n) tergantung pada kondisi lingkungan antara transmister dan receiver, sebagaiman tertera pada table berikut :

VII. PROPAGASI GELOMBANG DALAM RUANGAN

–   Dalam melakukan perancangan Wi-Fi untuk dalam ruangan perlu perlakuan khusus dengan mempertimbangkan hal-hal seperti tersebut dibawah ini yaitu :

–   Orang-orang yang berjalan dalam suatu ruangan akan mnenyebabkan tambahan redaman multipath sebesar 10 dB

–   Bangunan dengan sedikit konstruksi metal dan pemisah ruangan akan menyebabkan delay spread sebesar RMS 30 s/d 60 ns.

–   Bangunan dengan konstruksi yang sebagaian besar metal dengan kondisi ruangan gang terbuka akan menyebabkan delay spread sebesar s/d 300ns

–   Antar lantai dengan lantai terbuat dari semen menghasilkan redaman yang lebih rendah dibandingkan dengan lantai yang terbuat dari metal.

–   Kuat sinyal terima meningkat dengan semakin tinggi bangunan, semakin tinggi lantai loss semakin rendah. 15 dB untuk first floor, 6 dB untuk lantai berikutnya sampai

lantai empat. 1-2 dB untuk lantai diatas lantai empat.

–   Penetrasi gelombang radio/ building loss tergantung pada bahan material bangunan, orientasi, layout bangunan, ketinggian, jumlah persentasi jendela (6 dB loss

berkurang melalui jendela), dan frekuensi.

–   Redaman bangunan 2 s/d 38 dB.

Delay spread adalah rambatan gelombang multipath menghasilkan lintasan sinyal dengan berbagai lintasan yang berbeda sehingga menyebabkan perbedaan waktu tiba yang berbeda pula pada receiver. Hal ini dapat menyebabkan ISI (Inter Symbol Interference). Dengan teknik modulasi OFDM masalah intersimbol ini dapat menjadi solusi. ISI juga disebabkan oleh near far efek yaitu dimana semakin jauh dengan

transceiver maka kualitas sinyal akan semakin buruk. Oleh karena itu perlu pengaturan power transmit sehingga secara rata-rata RSL sama. Namun dalam perancangan Wi-Fi masalah pengaturan power transmit ini tidak terlalu berpengaruh karena coverage untuk

satu akses poin relatif kecil maksimum 100 m.

VIII. PERANCANGAN ARSITEKTUR Wi-Fi

Gambar 8 dibawah ini menunujukkan perancangan jaringan arsitektur Wi-Fi. Arsitektur ini merupakan dasar untuk aplikasi baik pada lingkungan korporat, SOHO, public hotspot bahkan untuk Metropolitan Area Network (MAN) dengan menggunakan

metode nano sel.

IX. CARA KERJA Wi-Fi :

–   Klien mengirim Extensible Authentication Protocol (EAP) sebagai titik awal ke

Access Point (AP).

–   AP mengirimkan pesan berisi identitas AP ke EAP-request.

–   EAP-response dari klien mengirimkan kembali paket dengan identitas klien ke dalam

Authentication Server.

–   Authentication Server menjawab dengan diperbolehkan/tidaknya klien masuk dalam jaringan WLAN. Jika diperbolehkan, maka server akan mengirim kembali identitas

dan “ijin” ke klien melalui authenticator. Jika tidak, maka akan ada pemberitahuan penolakan dari server.

–   Authenticator memberikan pemberitahuan kepada klien jika klien diberi hak atas penggunaan jaringan.

–   Klien mendapatkan akses untuk menggunakan jaringan. Dapat digambarkan sebagai berikut:

X. MODEL BISNIS TEKNOLOGI Wi-Fi

Yang paling utama dalam menerapkan bisnis ini adalah dengan mencari model bisnis apa yang paling tepat untuk diterapkan (Bill Gates: Competition is not among product but among bussiness model). Dalam hal ini ada enam model bisnis yang dapat digunakan sebagai acuan untuk menerapkan teknologi Wi-Fi yaitu :

1.   Venue menggelar dan memiliki sendiri, WISP hanya sebagai ISP.

–  Venue membuat semua solusi WI-FI termasuk skema harga & billing, kecuali koneksi disewa dari ISP

–  Venue mendapat Revenue 100%

–  WISP mendapat revenue hanya dari sewa koneksi

2.   Venue sebagai pemilik, WISP sebagai sistem integrator

– Venue membeli dan memiliki infrastruktur WI-FI dan sistem Backend-nya

– Venue menyewa koneksi dari WISP

– Harga dan billing ditetapkan oleh venue

– Venue mendapat Revenue 100%

– WISP menyediakan jasa profesional untuk merancang dan menggelar seluruh solusi

WI-FI

– WISP memperoleh pembayaran pertama untuk jasa profesional yang diberikannya

– WISP mendapat bayaran rutin untuk maintenance dan support

3.   Venue menyewa infrastruktur dari WISP

–  Venue menyewa seluruh infrastruktur dari WISP

–  Skema harga dan billing ditetapkan venue

–  Venue mendapat Revenue 100%

–  Venue membayar secara berkala (bulanan, catur wulanan atau tahunan) sewa solusi

Wi-Fi, infrastruktur dan koneksi serta sistem backend-nya kepada WISP

–  WISP menyediakan koneksi

–  WISP menyediakan jasa profesional untuk merancang dan menggelar seluruh solusi

Wi-Fi

–  WISP tidak mendapat revenue dari hotspot

4.   Partnership Venue – WISP

– Venue tidak menyediakan, memiliki atau membayar untuk solusi WI-FI apapun

– Venue menyediakan lokasi

– Venue memperoleh bagaian dari revenue yang dihasilkan

– WISP menyediakan koneksi, jasa profesional, infrastruktur, sistem backend

– WISP mendapat sebagaian besar revenue

5.   WISP sebagai pemilik

– WISP menyediakan tempat atau membayar venue untuk penggunaannya

– WISP menyediakan dan menggelar seluruh solusi WI-FI

– WISP mendapat revenue 100%

6.   Model Agregator

–  Venue mengontrak ISP untuk koneksinya

–  Venue membeli peralatan WI-FI dari agregator atau vendor H/W yang direkomendasikan

–  Venue menjadi bagian dari jaringan hotspot aggregator

–  Venue menentukan sendiri harga akses untuk lokasinya

–  End user bisa langsung mendaftar dengan agregator atau dengan venue

–  End user memperoleh akses ke setiap hotspot yang ada di jaringan agregator termasuk laokasi yang dimiliki venue

–  Venue mendapat sebagian besar revenue yang diperoleh dari cutomernya sendiri, yang mendaftar dilokasinya (80%)

–  Venue mendapat bonus sekian tiap kali user agregator log-in melalui hotspotnya

–  Venue mendapat bonus setiap kali ia mendaftarkan customer untuk aggregator

–  Keuntungan : Local roaming antar jaringan hotspot agregator dan jaringan agregator terus berkembang.

KESIMPULAN

Berdasarkan  paparan  di  atas,  dapat  disimpulkan  bahwa  bisnis  dan  kuantitas pengguna   teknologi   Wi-Fi   cenderung   meningkat,   dan   secara   ekonomis   hal   itu berimplikasi  positif  bagi  perekonomian  nasional  suatu  negara,  termasuk  Indonesia. Meskipun demikian, pemerintah seyogyanya  menyikapi fenomena tersebut secara bijak dan hati-hati. Pasalnya,  secara teknologis jalur  frekuensi baik 2,4 GHz  maupun 5 GHz yang menjadi wadah operasional teknologi Wi-Fi tidak bebas dari keterbatasan (Kompas,

5/2/2004).  Pasalnya,  pengguna  dalam  suatu  area  baru  dapat  memanfaatkan  sistem Internet  nirkabel  ini  dengan  optimal,  bila  semua  perangkat  yang  dipakai  pada  area  itu menggunakan  daya  pancar  yang seragam  dan  terbatas.  Apabila  prasyarat  tersebut  tidak diindahkan,   dapat   dipastikan   akan   terjadi   harmful   interference   bukan   hanya   antar perangkat   pengguna   Internet,   tetapi   juga   dengan   perangkat   sistem   telekomunikasi lainnya. Bila interferensi tersebut berlanjut karena penggunanya ingin lebih unggul dari pengguna  lainnya,  maupun  karenanya  kurangnya  pemahaman  terhadap  keterbatasan teknologinya  pada  akhirnya  akan  membuat  jalur  frekuensi  2,4  GHz  dan  5  GHz  tidak dapat dimanfaatkan secara optimal. Keterbatasan lain dari kedua jalur frekuensi nirkabel

ini (khususnya 2,4 GHz)  ialah karena juga digunakan untuk keperluan  ISM (industrial, science  and  medical).  Konsekuensinya,  penggunaan  komunikasi  radio  atau  perangkat telekomunikasi  lain  yang  bekerja  pada  pada  pita  frekuensi  itu  harus  siap  menerima gangguan   dari   perangkat   ISM,   sebagaimana   tertuang   dalam   S5.150   dari   Radio Regulation.

Teknologi  Wi-Fi  sangat  tepat  digunakan  untuk  menjadi  solusi  akses  internet secara  cepat  tanpa  kabel  dengan  kelebihan  biaya  infrastruktur  murah  dan  sangat  tepat untuk  digunakan  dalam  lingkungan  korporat,  SOHO  dan  public  hotspotbahkan  untuk mencover suatu Metropolitan Area Network (MAN)

Kapasitas  pengguna  untuk  satu  akses  point  tiap  nano  selnya  sangat  tergantung pada bandwidth yang ditawarkan kepada user. Untuk kapasitas 11 Mbps dengan efisiensi

70%   berarti   maksimum   throughput   7,7   Mbps   sehingga   setiap   akses   point   dapat memberikan bandwith akses untuk 256 Kbps sebanyak 30 pengguna secara bersamaan.

Model Bisnis yang tepat merupakan sarana untuk memanfaatkan teknologi ini sehingga mampu bersaing dengan teknologi lainnya yang telah lebih dahulu tersedia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s